Batas Senja
Senja selalu bermain dengan tanya “Mengapa masih di sini?” Hingga akhirnya kubisikkan, “Lihat, dalam kawanan tanpa harus bertopeng, tanpa harus menjadi orang lain. Lihat, begitu sederhana tawa mereka, menjadi penyemangat bagi jiwa yang rapuh.” Kawan, senja kan lewat, rindu kan semakin menghangat Juga rentetan senyum yang membuat kita semakin dekat Semua kan hilang Seiring perginya senja yang kian melekat Waktu berubah, rindu perlahan melangkah Begitu pula kisah Cinta, luka, tangis, tawa, semua bergantian mendaur ulang rasa Kumohon, tetaplah di sini, di batas senja kita hari ini Meski langkah telah kelelahan menyusuri romansa kegelisahan Kita tetap seorang kawan Tepat setelah jejak-jejak kaki melangkah pergi Rasa dipermainkan sekali lagi Aku mencari, aku menyapa, aku menanti, aku merindu, aku terisak Dan aku, kan menunggu hadir kalian kembali Hingga pada akhirnya, kita harus belajar mengenang Rela atas semua...