Postingan

Menampilkan postingan dengan label Fiksi

Doa Fajar

Gambar
Seolah seperti Fatimah, aku menolak kedatangan beberapa pria demi menunggu datangnya Ali. Namun, siapalah aku jika dibandingkan dengan sang Az-Zahra yang menunggu sosok seperti Ali?  Kuharap, kamu tak berkecil hati terhadap penolakanku atas pria-pria itu. Semoga Allah berimu keberanian mendatangiku. Kan siapa tahu, barangkali saja kamu Ali yang kumaksudkan. Senin, 8 Ramadan 1440 H.

Terimakasih (Lagi)

Jika kamu melihatku selalu sibuk dengan duniaku, tak perlulah kamu kasihani aku Jika kamu melihatku berusaha lebih keras memacu diriku sendiri, janganlah coba tumbuhkan inginmu untuk kembali mengajari tentang cinta Jika kamu melihat upayaku melapangkan diri sendiri atas semua kecewaku, maka tak perlu lagi kamu merasa bersalah atas diriku Dan jika, kamu melihat semua perubahan pada diriku yang kini, kuberitahu, jangan percaya diri bahwa aku melakukannya karenamu Waktu telah berjalan, entah cepat entah perlahan (sesuka hatimu mengartikannya) Membersamai jejak mengulur gulungan jarak dan kesempatan Membuat kamu kini hanya menjadi bagianku yang telah lalu, saja Aku tak lagi dendam, dan dengan lapang hati kini kunyatakan aku telah berdamai Namun demi jarak dan kesempatan yang telah terulur membentang menjauh Tempatmu bagiku kini di jauh di belakangku, tak akan lagi nampak siapa dirimu di mataku Bahkan jika kamu memanggil, aku hanya dapat menoleh dan tersenyum Tidak untuk mengha...

Batas Senja

Gambar
Senja selalu bermain dengan tanya “Mengapa masih di sini?” Hingga akhirnya kubisikkan, “Lihat, dalam kawanan tanpa harus bertopeng, tanpa harus menjadi orang lain. Lihat, begitu sederhana tawa mereka, menjadi penyemangat bagi jiwa yang rapuh.” Kawan, senja kan lewat, rindu kan semakin menghangat Juga rentetan senyum yang membuat kita semakin dekat Semua kan hilang Seiring perginya senja yang kian melekat Waktu berubah, rindu perlahan melangkah Begitu pula kisah Cinta, luka, tangis, tawa, semua bergantian mendaur ulang rasa Kumohon, tetaplah di sini, di batas senja kita hari ini Meski langkah telah kelelahan menyusuri romansa kegelisahan Kita tetap seorang kawan Tepat setelah jejak-jejak kaki melangkah pergi Rasa dipermainkan sekali lagi Aku mencari,  aku menyapa,  aku menanti,  aku merindu,  aku terisak Dan aku, kan menunggu hadir kalian kembali Hingga pada akhirnya, kita harus belajar mengenang Rela atas semua...

Mencipta Dongeng

Gambar
https://www.instagram.com/p/BLGLcswgroecWE16LvhkNHOkdmjeskmDmu4aPw0/?taken-by=shehello “Manusia dianugerahi kemampuan bercerita, cara dia melukis harapan untuk akhir kisah seperti yang dia inginkan.”  (Malang, 3 November 2016) Aku akan membawa langkahku menembus cakrawala Bergerak mengikuti angan, berjalan melintasi waktu Langkahku akan melukis alur yang tak mulus, namun mungkin tak juga penuh liku Dalam perjalanannya ia tak pernah menetapkan titik akhir Walau tertatih akan tetap terus bergerak Karena tak ada yang lebih pecundang dari seorang yang membiarkan inginnya hidup hanya dalam angannya Waktu tak pernah berdusta, pun tak pernah mengingkari janji Yang ku tahu dengan pasti, waktu yang telah ku lewati akan terus menerus menyimpan jejak langkahku yang lalu Namun aku tak ingin pedulikan yang telah lalu Biar saja berlalu Mereka yang berisik bukanlah urusanku Kelak, ketika langkah ini telah diputuskan untuk berhenti Itulah saat bagi wakt...

Aku Memang Tak Banyak Berubah. Namun Kau Tahu, Semua Tak Lagi Sama.

Gambar
Bagaimana aku mengenal kata, adalah ketika kamu ada untuk memberi makna  Dan lihat saja kini, tanpamu aku bisu  Karena tak ada bahasa yang mampu mengartikan rindu  Bisakah aku kembali percaya pada janji rindu, yang katanya akan berujung temu?  Aku menyerah, jika jawaban rindu masih kepada kamu  Yang selalunya akan berakhir pilu  Karena segala tentangmu kini bukan lagi aku, aku tahu  Kepada kamu, tetaplah seperti itu, abaikan aku  Semoga aku dapat merapihkan bagian diriku yang dikoyakkan rindu, tanpa kamu  Kepada waktu, ku mohon berpihaklah kepadaku  Dan Tuhanku, mohon berikan petunjukMu Dokumen Pribadi

I'm The Dreamer

Sore ini aku sedang duduk di sebuah bangku taman bersama kekasihku. Ia terus menggenggam tanganku sejak kami berangkat kemari 15 menit yang lalu. Lama kami terdiam, menikmati sore hari yang tenang. Akhirnya aku mulai bosan dan tiba-tiba muncul sebuah keinginan. “Kakak..”, panggilku. Walau hampir dua tahun berpacaran, aku jarang sekali memanggilnya dengan kata ‘Sayang’ dan lebih suka memanggilnya ‘Kakak’. Kupikir dia pun tak keberatan karena dia selalu membalas panggilanku dengan sebutan ‘Adek’. “Iya?”, dia menoleh sambil tersenyum. “Adek boleh pinjem hp-nya nggak?” “Boleh dong. Sebentar ya..”, dia melepas genggaman tangannya, kemudian mengambil hp-nya dari saku jaketnya. “Ini, Dek”, katanya sambil menyerahkan hp itu padaku. “Makasih ya, Kak..”, balasku sambil tersenyum. Lalu aku mencari earphone yang tersimpan di dalam tasku. “Adek pengen dengerin lagu?”, tanyanya. “Iya..”, jawabku singkat. Tepat sekali, aku ingin memutar sebuah lagu. Aku adalah tipe orang yang muda...