Postingan

Menampilkan postingan dengan label Motivasi

Detik-Detik

Gambar
Masih belum jam 7 tepat, serangkaian acara Mubes (Musyawarah Besar) Pengurus Himabo UM 2017 masih akan dimulai beberapa menit lagi. Aku dan beberapa orang lainnya di Aula Kecamatan Klojen ini mengisi waktu yang tersisa untuk sekadar berfoto mengabadikan momen hari ini. Dalam hati aku merasa bahagia melihat mereka, mereka begitu ceria pagi ini. Mungkin ini kali terakhir aku bisa bersama-sama mereka dengan status sebagai anggota pengurus, karena beberapa waktu ke depan aku, dan juga rekan seangkatanku, akan melepas kepengurusan dan tergabung menjadi anggota DPO, Dewan Pertimbangan Organisasi. Masih bukan demisioner, walau setelah ini kami tidak lagi aktif sebagaimana anggota pengurus. Kecuali satu orang di angkatanku yang akan terpilih bertahan di kepengurusan, menjabat sebagai Ketua Umum yang baru. Mas Wahyu, Ketua Umum Himabo UM 2016/2017, terlihat melamun menatap ke luar jendela. Ini kali kedua aku melihat Mas Wahyu berwajah cemberut dan menyendiri di tengah forum, setelah yang p...

Biar Jadi Kejutan

Gambar
“Dia sekarang berubah ya?” “Iya. Katanya sedang memperbaiki diri.” “Jangan-jangan karena abis patah hati waktu itu kali ya?” “Iya kali. Makanya sekarang dia tengah memantaskan diri biar dapet jodoh yang baik.” Bla bla bla... Saya yakin sekali, beberapa sekumpulan orang pasti pernah berbicara hal semacam ini, ketika melihat orang lain yang awalnya biasa-biasa saja mendadak berubah berupaya untuk menjadi baik. Dan seringkali pula hal itu dikait-kaitkan dengan urusan jodoh. Ciri-ciri anak muda di Indonesia nih. Why? Kenapa wacana tentang perbaikan diri selalu dikaitkan dengan “Jodoh”? Beberapa orang yang sudah sangat mengenal saya mungkin akan bertanya-tanya, tumben Silmi memperhatikan orang-orang kayak gini, biasanya cuek banget? Ya sebenarnya saya sih malas ya memperhatikan hal semacam ini. Di samping pembawaan saya yang memang begitu cuek (teman kos saya menyebut saya terlalu bodo amat), membicarakan orang-orang semacam ini jelas hanya buang-buang waktu. Saya...

"Bila Hidup Itu Cermin", Menemukan Kembali Keinginan

Gambar
Semalam seorang teman SMK saya menelpon. Ia mengatakan bahwa besok pagi di tempatnya a kan ada bedah buku dan ia harus berbicara di sana, di depan orang banyak, sedangkan ia (katanya) tidak pernah membaca buku. Ia lalu meminta saya untuk memberikan materi kepadanya tentang salah satu buku yang pernah saya baca . Saya bingung, saya pernah baca apa? Lha wong beberapa tahun ini saja saya sangat jarang membaca, apalagi membaca novel (karena sepertinya ia menghendaki buku yang saya rekomendasikan adalah novel atau sejenisnya). Lagi pula, saya juga tidak punya koleksi buku bacaan. Yang saya ingat terakhir kali saya membaca buku adalah dua buku yang saya temukan di perpustakaan semester lalu yang judulnya "Ayat-Ayat Semesta" dan buku lanjutannya "Nalar Ayat-Ayat Semesta", dan dua buku itu berisi tentang ilmu Fisika yang dikaitkan dengan ayat-ayat Al-Qur'an. Bacaan yang menarik namun berat bagi saya, karena saya mahasiswa Psikologi yang dulu lulusan SMK Akuntans...