Postingan

Panggil Saja "Na"

Tiap kali saya mendengar lagu “Bahagia Itu Sederhana” diputar, hal pertama yang terlintas dalam kepala saya adalah video ini. Adalah video buatan seorang teman, yang dikirim kepada saya 7 Agustus 2016 lalu sebagai gift ulang tahun saya yang ke-19 tahun. Ada cerita lucu tentang bagaimana saya menerima video ini. Jadi pada tanggal 7 Agustus teman saya mengirim video ini lewat inbox Facebook, namun sehari itu saya tidak sedang membuka Facebook sama sekali. Keesokan harinya baru saya membuka inbox tersebut dan menjumpai sebuah link download, yang tidak lain adalah link download video ini. Karena penasaran saya download video tersebut dan segera memutarnya ketika selesai. Namun ternyata handphone yang saya gunakan tidak dapat memutar video tersebut, hanya lagu pengiringnya saja yang terdengar, bait pertama lagu “Bahagia Itu Sederhana”, sedangkan gambar dalam video tersebut tidak dapat muncul. Sepekan kemudian saya ke sebuah warnet dekat rumah saya karena beberapa keperluan dan ...

SMS Paling Manis

Gambar
Saya adalah pelanggan setia kartu XL. Itu karena sejak dulu keluarga besar dari pihak ibu saya adalah pelanggan kartu XL. Saya tidak tahu mengapa mereka memilih XL sebagai nomor keluarga. Gara-gara itu mau tidak mau saya juga harus menggunakan XL dan malah pernah menjadikannya sebagai satu-satunya nomor handphone yang saya punya. Itu sebelum saya memiliki nomor Tri yang sekarang menjadi nomor utama saya. Sampai sekarang saya masih pelanggan kartu XL, walaupun hanya saya fungsikan untuk menelpon ibu atau berkomunikasi dengan keluarga besar saya. Tapi justru itu yang paling penting.  Sudah, saya tidak sedang endorse produk XL. Ini adalah cerita saya yang paling unik selama menjadi pelanggan kartu Tri. Seperti operator pada umumnya, Tri juga rajin menyapa para pelanggannya setiap hari lewat SMS, bahkan bisa sampai lima kali dalam sehari. Sudah mengalahkan jadwal minum obat yang dikasih dokter saja. Saya bahkan sampai hafal jam berapa si operator akan mengirim SMS, misalnya ...

Biar Jadi Kejutan

Gambar
“Dia sekarang berubah ya?” “Iya. Katanya sedang memperbaiki diri.” “Jangan-jangan karena abis patah hati waktu itu kali ya?” “Iya kali. Makanya sekarang dia tengah memantaskan diri biar dapet jodoh yang baik.” Bla bla bla... Saya yakin sekali, beberapa sekumpulan orang pasti pernah berbicara hal semacam ini, ketika melihat orang lain yang awalnya biasa-biasa saja mendadak berubah berupaya untuk menjadi baik. Dan seringkali pula hal itu dikait-kaitkan dengan urusan jodoh. Ciri-ciri anak muda di Indonesia nih. Why? Kenapa wacana tentang perbaikan diri selalu dikaitkan dengan “Jodoh”? Beberapa orang yang sudah sangat mengenal saya mungkin akan bertanya-tanya, tumben Silmi memperhatikan orang-orang kayak gini, biasanya cuek banget? Ya sebenarnya saya sih malas ya memperhatikan hal semacam ini. Di samping pembawaan saya yang memang begitu cuek (teman kos saya menyebut saya terlalu bodo amat), membicarakan orang-orang semacam ini jelas hanya buang-buang waktu. Saya...

Merindukan Walau Tak Mengenal

Gambar
Hari ke-7 #PosCintaTribu7e 2017 Dear Bosse Mudin Em (Om Em) yang selalu mempunyai tempat di hati kami para pecinta, bocah-bocahe #30HariMenulisSuratCinta dan #PosCintaTribu7e. Belum ngetik apa-apa udah merinding duluan dan pengen mewek 😭 Bulan Februari selalunya menjadi hal yang yang paling dirindukan oleh para pencinta di Twitter, semenjak diadakannya program menulis #30HariMenulisSuratCinta tahun 2011. Perkenalkan, aku adalah salah seorang bocahe bandel dari sekian bocah-bocahe yang bergabung tahun 2015 lalu, yang saat itu kebetulan Kangpos-ku adalah orang yang aku idolakan saat itu, Kak Dion @catatansiDoy. Karena niat yang salah (waktu itu aku adalah remaja labil yang niatnya cuma pengen caper sama Kak Dion) akhirnya aku tidak mengikuti program dengan baik. Aku hanya menulis selama 15 hari dari 30 hari yang diwajibkan, dan hanya satu surat yang terpilih menjadi salah satu surat terbaik untuk diposting ulang di blog Pos Cinta dan di "Kring Kriiing!!!"...

Hai Kembali

Hari ke-6 #PosCintaTribu7e 2017 Hai, kamu, sahabat kecil yang kini menjalani kehidupan di tanah kelahirannya. Ini adalah kali kedua aku menujukan surat yang kutulis kepada kamu, setelah surat yang pertama di #30HariMenulisSuratCinta berjudul ‘Cinta Monyet’ dua tahun lalu. Kamu membacanya? Ah, sepertinya tidak, karena tak ada yang menyampaikan suratku itu kepadamu. Walau begitu kurasa tidak ada yang salahnya jika di sini aku menyapamu dengan: Hai, kamu, apa kabar?  Masih kuingat pertemuan terakhir kita saat tahun baru 2016 lalu, saat meetup bersama teman-teman sekelas kita dulu. Kebetulan saat itu aku dan Widia sedang cuti kuliah dan kamu sedang berkunjung ke kota masa kecil kita. Senang sekali berkumpul kembali bersama kalian semua, walau semua tak lagi sama seperti dulu, namun keceriaan kita tetap tidak berubah.  Ya, kita semua telah mulai beranjak dewasa.  Rasa-rasanya aku ingin kembali mendengarkan curhatan-curhatan kalian sambil nangkring ...

Aku Ingin Kau Membacanya

Hari ke-5 #PosCintaTribu7e 2017 Ups, surat ini tidak dapat lagi dilihat di sini karena sudah diantarkan ke penerima seharusnya. 

Temanmu Rindu

Hari ke-4 #PosCintaTribu7e 2017  Biasanya jika malam hari aku merindukanmu, esok harinya tiba-tiba pesan singkat darimu muncul di layar handphoneku, semacam kau tahu kalau aku sedang rindu. Apa kabar kamu sekarang? Ini semester kedua kamu berkuliah di kampus yang kamu idam-idamkan sejak dulu. Selamat, pada akhirnya kamu berhasil memperjuangkannya setelah menunggu satu tahun lamanya. Bagaimana dunia barumu? Kuharap menyenangkan. Bertemu dengan orang-orang baru dengan ambisi tinggi sepertimu, kurasa itu membahagiakan bagimu. Tentu kamu ingin membayar tuntas penantian dan segala jerih payah yang telah kamu upayakan, sebagai ungkapan syukurmu atas kesempatan yang kali ini berpihak kepadamu. Hey, tiba-tiba aku rindu. Dan sialnya, hujan deras di luar kamar berhasil membuatku duduk manis mengenangmu. Jika siang itu, saat kamu mengantarku untuk menghadiri rapat di alun-alun kota, kamu menceritakan kepadaku perjalanan perjuanganmu selama setahun terakhir, maka s...